Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2015

Pagi

Pagimu akan tetap seperti ini Ketakutan dan kekhawatiran Bahkan kau belum sempat tersenyum di pagi ini Udara segar pun akan terasa sesak Cahaya terang pun tetap kau anggap gelap..

Kawan

Aku merindukanmu kawan,, Aku lupa siapa namamu aku lupa wajahmu aku lupa... Yang aku ingat adalah senyum tawa yang kita lakukan bersama.... Kebodohan dan kekonyolan yang dilakukan bersama.... Aku lupa kawan dimana kamu berada.. Saat ini yang aku temui hanyalah wajah wajah yang bersadiwara... tidak sepertimu kawan tawamu lepas... marahmu pengingat.... Semoga kita bertemu kembali kawan.... Melakukan hal konyol bersama... tertawa lepas bersama...

Tak Pandai Alat Musik

Ya alat musik adalah alat yang dapat menghasilkan nada-nada menjadi musik yang mencerminkan hati kita, mungkin dengan petikan, gesekan atau tiupan... Betapa leganya  kita dalam suasana yang tidak bisa di ceritakan atau diungkapan kita bisa tuangkan dan bermusik dengan memainkan sebuah alat musik....  sehingga merdu didengarkan diri sendiri atau pun orang lain.. bermusik memang butuh kejenusian sendiri dan pasti akan mempunyai nilai lebih sebagai manusia yang berkarya cipta dan karsa... Tetapi untuk orang yang tidak bisa bermaian alat musik, apakah tidak akan bisa menghasilakan nada-nada yang mencerninkan suasana hatinya, dan apakah tidak bisa mengungkapannya... Seolah olah orang tidak akan bisa tahu kegelisahan kita,,, Seharusnya tidak, nada tidak harus keluar dari alat musik, nada adalah sebuah gelombang yang mungkin bisa kita keluarkan dari gerakan tubuh kita, siulan kita, tepuk tangan kita, mungkin tidak beraturan sensuai dengan nada yang dihasilkan alat musik... Namu...

Lelah

Aku lelah dengan langkahku tuhan, lelah memutari lingkaran yang tak berujung ini, lelah dengan tanya yang selalu ada dipikiran, lelah mencari jawabnya, lelah menjalani sesuatu yang berbeda, lelah melakukan sesuatu yang berlawanan dengan kenyataan, lelah mendengar suara yang membingungkan antara yang benar dan salah antara yang boleh dan tidak boleh, lelah melihat sandiwara ribuan wajah yang aku temui, Lelah.. Lelah aku tuhan... Lelah aku tuhan menjalani sesuatu yang berbeda, aku tak ingin menyalahkan kenapa aku ada didunia ini, tapi aku lelah hidup tanpa arah sperti ini, yang aku kira lurus ternyata belok, yang aku kira naik ternyata turun, yang ku kira lubang dan aku hindari ternyata kotak harta karun... Lelah.. Lelah aku tuhan.. Setiap langkahku salah, setiap harapku tak terwujud, sekarang aku lupa cara tersenyum tuhan, aku lupa senyum itu seperti apa, apakah bibir yang tiap sudutnya  tertarik keatas, atau ekpresi ketika kita lepas dalam kebahagaian, ataupun sekedar sesuatu...

Hujan

Hujan di musim seperti ini kita pasti merindukan hujan, suasana yang sejuk, melimpahnya air, banyak tawa anak kecil dibawah gerimis... Ya selain air kita pastikan meridukan senyum yang muncul ketika hujan, senyum bahagia ketika apa yang kita tanam bisa mendapatkan air, Kita suka hujan karena disitu munculnya sumber kehidupan, munculnya sebuah senyum, karena senyum adalah nyawa ketika kita menjalani sesuatu... Hujan mengubah warna kelam menjadi cerah, segarnya tanaman hijau di halaman kita.. Ketika bibit baru muncul memberi warna warni kehidupan Datanglah hujan, dan buat aku tersenyum kembali...

Kosong

Akhirnya aku bisa memasukan lagu ini kedalam blog, ya mungkin lagu ini bisa mencerminkan isi dari semua kepenatan seseorang dalam menjalani hidup, kejenuhan, rasa apatis dan pesimis, dalam menjalani rutinitas sehari-hari, yang menjadi kosong tak berarti jika semua itu tanpa perubahan yang berarti menuju sesuatu yang lebih baik. Lirik lagu ini memang bisa membuat orang tidak suka mendengarnya terlalu cengeng atau terlalu tidak menghargai orang-orang disekitar kita atau tidak mensyukuri apa yang didapat. Ya memang itu bisa bila dilihat dari sudut yang lain, tapi dari sudut pandang yang satunya pun memang setiap orang akan merasa rasa kosong dan jenuh, karena kita telah menjadi badut yang pandai bersandiwara. Setidaknya lagu ini mengingat kita kekosongan dan kejenuhan membuat kita bersedih dan bosan, tapi setidaknya itu ketika kita berhubungan dengan sesama makhluk di bumi, ada yang membuat kita tidak kosong ketika kita berhubungan dengan sang pencipta...

Tekad

Ketika waktu tak bisa mengubah segalanya, seharusnya tekad yang menjadi jalannya, dan keyakinan hati yang dimiliki. Semua memang akan menjadi misteri semua hanya tanya yang ada. Tetapi bila semakin larutnya waktu tak memberi jawab dan tak mengubah segalanya, apakah kita akan tetap diam. Tekad bukanlah sesuatu yang mudah karena di belakang tekad ini berdiri kokoh tembok ketakutan, yang dibangun dari susunan rasa takut, takut akan kegagalan takut akan salah, takut tak berakhir bahagia.

Satu

"1" sebuah angka yang kecil yang tak mempunyai arti dalam jumlah, tetapi meskipun kecil angka satu adalah awal perubahan dari angka nol yang belum mempunyai nilai dan belum mempunyai arti, angka satu menandai perubahan proses bertambahnya sesuatu, seperti perubahan kehidupan kita berdua. Proses dimana kita dijadikan "1" atau menjadi  satu, yang tidak terasa sudah berjalan satu tahun di hari ini , meskipun terbilang kecil sebagai angka, satu mempunyai arti yang besar untuk menuju angka angka yang selanjutnya menandai bertambahnya waktu langkah kita bersama. Mekspiun lelah kau tetap memberiku senyum, meskipun raga ini tak kokoh kau tetap percaya berlindung didekatku. Aku merasa senang dengan semua itu, karena akupun tahu aku tak bisa melangkah tanpa senyummu, aku tak bisa berdiri tegap tanpa pegangan erat tanganmu. Aku ingin masih merasakn semua itu melihat senyumu, berjalan dan melangkah bersama, melawati musim yang berganti dari panas menjadi dingin, berteduh ...

Waktu

Waktu, adakah waktu yang bisa membuat kita semakin menyatu Semua berjalan seiringnya waktu berputar Lambaian pepohonan dan hembusan debu menghiasi langkah kita Akankah waktu datang memberi setitik air atau beribu titik air Menjawab lambaian pepohonan, membersihkan debu dari langkah kita